What's on your mind?

karena setiap moment sangat berarti.....

dan aku hanya ingin tersenyum ketika membaca celotehan dari moment menyenangkan yang menggelikan, ketika ingatanku sudah tergerus detik waktu ...

He has been proposed me :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Wedding tickers

Minggu, 10 November 2013

Rumah Idaman niye, Coming Soon. cikiciw..

Dag Dig Dug..

20 November buruan dateng dong, gelisah rasanya ngejalanin hari-hari di bulan november ini. Pasalnya karena si Cungkring lagi nunggu keputusan dari bank mengenai kepemilikan rumah, rumah kita.. hehe..
dan tanggal 20 November itu adalah batas terakhir pembayaran kita, haha.. gedebak gedebuk nyari hepeng ini mah...

**

Setelah hampir setahun gue dan si cungkring nyari-nyari rumah yang sreg, dari segi lokasi dan pas di kantong, akhirnya diputuskanlah rumah di daerah ...... (masih rahasia), hehe.. emang sih lokasi engga terlalu strategis, namun apalah daya hendak dikata, kita putuskan untuk ambil rumah itu, lantaran kita udah pengen banget cepet-cepet move ke step selanjutnya setelah punya rumah, yaitu persiapan pernikahan, dudududuuu.... semoga lancar niat baiknya...

majalah-majalah tentang desain dan seluk beluk tentang rumah udah ada beberapa yang kita beli, cuma belum sempat kebaca.. gimana mau kebaca, orang pikiran aja masih berfokus sm biaya dan keputusan bank..


gapapa deh, nikmatin aja rasa deg-deg an ini.. sambil berdoa semuanya lancar..
nih gambar majalah tetntang rumah yang kita beli pas Indonesia book fair di Gelora bung Karno kemaren sore, harganya cuma goceng alias 5rebu bo'..... tapi isinya mantap, lengkap dan detail.. hehe jadi ngga salah pilih juga deh..

rekomendasi nih buat yang lagi berencana punya rumah idaman, banyak ide-ide bagus dari majalah-majalah model kayak begini...


penampakan majalah 5rebuan 

penampakan majalah 10rebu an



So, cepetan selesai urusan sama bank nya, trus bisa fokus ke pernikahan dan fokus desain rumah idaman..


#can't wait !

Bride to Be - in to the wedding day :)

Bride To Be – Yes I do. Akhirnya kalimat itu yang keluar dari mulut gue setelah si Cungkring dengan panjang lebar menjelaskan keinginannya.

**
Waktu itu pas banget idul Adha, tepatnya hari Jumat, tanggal 26 Oktober 2012 (10 Dzulhijjah 1433H). Gue diajak si Cungkring ke JCC buat liat pameran rumah. Tapi surprise, pulang dari sana si Cungkring tiba-tiba minta gue untuk jadi istrinya. Sepertinya dia kerasukan setan JCC. Hhuahh.. tiba-tiba perut gue mendadak mules, kepala puyeng, kuping budek, darah terasa berhenti, ludah terasa pait, mata ngga bisa ngedip, dan pandangan buyarrr…. Duarrr!! Haha lebay sekali ya gue. Tapi emang itulah yang sempat gue rasakan. Panjang lebar perbincangan malam itu. dan KFC Cilandak jadi saksi pembicaraan berjam-jam kita disana.

"Mau jadi istri aku kan?" *kriikk..kriik..kriikk*
Pertanyaan yang simple tapi… ehem..
**

Yes, keinginan dia waktu itu klik lah dengan keinginan gue. Finally, He proposed me personally. Belum ke orang tua sih, tapi setidaknya gue pernah GR diminta jadi nyonyanya si Cungkring, hehe..   Belum ditentukan kapan kita mau merit nya, tahun? Bulan? Tanggal? Belum sama sekali terfikirkan. Yang bisa kita lakukan hanyalah menjalani semua ini seperti biasa, sampe nanti waktunya tiba, sambil bebenah diri, menyelesaikan tugas-tugas dan amanah yang masih harus diselesaikan, dan yang pasti kita harus nabuuungg…. Hhuaaa..

Pertanyaan-pertanyaan seperti :
-          Nikah di gedung apa di rumah?
-          Tema nya apa?
-          Souvenirnya gimana?
-          Undangan?
-          Pake EO ngga?
-          Bulan madu (apa lagi, gak kepikiran)
-          Catering apa masak sendiri?
-          Ngadain sekali apa 2 kali?
-          Mahar? Mas kawin?
-          Seserahan?
-          Dkk

Semua itu ngga sama sekali terfikirkan. *huft*

Yang menjadi fokus utama adalah, bagaimana si Cungkring mengutarakan niatnya kepada Papa dan keluarga besar di Medan dengan segala dilematis yang ada, juga harus mengutarakan ke mamanya di rumah.. eng ing eng.. PR yang sangat berat ya.

Waktu berjalan dan Alhamdulillah jalan kita dipermudah sama YME. Bulan Maret si Cungkring pulang ke Medan, dan semua beres. Papa dan keluarga besar suka dong sama gueee.. yeyeyellelelyeyee.. Dan Alhamdulillah juga, PDKT ke mama lancar. Jadinya ya tinggal fokus ke tantangan berikutnya, yaitu PUNYA RUMAH SENDIRI. Ngok!

Yep. Kita udah sepakat untuk menikah klo Cungkring udah punya rumah sendiri, its OK masih KPR, setidaknya habis menikah kita tidak perlu ngontrak dan ada tempat untuk memadu kasih (hehe.. yang ini disensor). Its OK ukurannya kecil, yang penting akan hangat dengan kasih sayang. Ya.. begitulah impian kita sebelum menikah. Semoga keinginan kita ini diberi jalan kemudahan sama Yang Maha Punya, Allah SWT. Amin..

**
Yes I am Happy, dear. Aku menikmati tiap detik perjalanan menuju hari itu. Aku menikmati tiap detik perjuangan kita untuk mendapatkan keinginan kita, mewujudkan impian kita. Membina rumah tangga kecil, membesarkan dan mendidik anak-anak kita kelak. Tak apa kita hanya mampu sampai batas ini, ini maksimal yang bisa kita lakukan, tapi nanti anak-anak kita kelak harus menjadi sesorang yang lebih berarti. Itukan mimpi kita, dear? :’)
**

Kegiatan kita selanjutnya, sibuk cari-cari rumah dan nabung buat DP rumah nya. But, its does not stop us to keep travelling, yeay!

Bride To Be – I can’t wait the day :)))

 
Photo ilustrasi : dari google 


Senin, 07 Oktober 2013

Selamat Jalan, sahabat..



Tetes air mata mengiri kepergian sahabat, apapun yang bisa kulakukan saat itu, saat-saat kepergian sahabat, saya lakukan. Mengangkat kursi, naik turun tangga bolak balik dengan kain super ribet ditambah sandal heels 12cm, urus ini itu, membuat berkeringat dan mungkin make up ku sudah luntur, semua tak terfikirkan, yang terfikirkan hanya agar sahabat bisa pergi dengan indah dan semua berjalan dengan baik.



Pergi lagi sudah sahabatku, menempuh kehidupan baru. Disana penuh dengan janji kehidupan dan harapan yang lebih baik. Aku yakin kau akan bahagia.  Selalu.. meskipun kau sudah jalan lebih dulu, aku yakin nanti kita akan bertemu dan bercengkrama bersama lagi, berbagi cerita.. raihlah mimpi-mimpimu, tegarlah laksana karang di lautan yang memecah ganasnya gelombang di lautan, seperti akar pepohonan yang semakin menjalari tanah dan menguat, jadilah kau seperti atap rumah yang melindungi penghuninya dan memberikan kenyamanan, jadilah kau seperti air pelepas dahaga disaat haus, dan berilah kesejukan lewat tutur kata dan sikapmu, karena lettak surgamu kini berada pada pasanganmu..

Selamat jalan sahabat, semoga kelak kita dipertemukan kembali disuatu persimpangan jalan, kamu dengan pasanganmu, dan aku dengan belahan jiwaku..

Selamat jalan, sahabat..

061004-061013

Rabu, 07 Agustus 2013

Tau Nggak? Arti Minal ‘Aidin wal Faizin bukan Mohon maaf lahir batin..

Tau Nggak? Arti Minal ‘Aidin wal Faizin bukan Moho...:  SELAMAT Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal 'Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin, merupakan ucapan ...

Tau Nggak? Arti Minal ‘Aidin wal Faizin bukan Mohon Maaf Lahir Batin..


 SELAMAT Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal 'Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin, merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari Lebaran/Idul Fitri baik melalui lisan ataupun kartu ucapan.

Namun tahukah Anda apa arti kalimat tersebut ?


Hal ini perlu disampaikan, karena banyak yang yang mengira bahwa arti kalimat Minal 'Aidin wal Faizin adalah mohon maaf lahir dan batin... Mari kita simak arti kalimat sebenarnya... semoga bermanfaat.... ^^

Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat TaqobalaLLaahu Minnaa wa Minkum di antara mereka.

Arti kalimat ini adalah: Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. Para sahabat juga biasa menambahkan: Shiyamana wa Shiyamakum, artinya : semoga juga puasaku dan kalian diterima.

Namun bila ditambah kata-kata Taqobal Yaa Karim, artinya : Semoga (Terimalah do'a kita) Ya ALLAH, Yang Maha Terpuji.

Lalu bagaimana dengan kalimat: Minal 'Aidin wal Faizin?

"Minal Aidin wal Faizin" sebenarnya adalah do'a yang artinya : “Semoga kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.

Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, kalimat ini tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.

Kesalahan Penulisan

Pertama, kesalahan penulisan pada kata “Minal ‘Aidin wal Faizin” yang kadang ditulis seperti beberapa contoh dibawah ini :

1. Minal ‘Aidin wal Faizin = Penulisan yang benar
2. Minal Aidin wal Faizin = Juga benar berdasar ejaan indonesia
3. Minal Aidzin wal Faidzin = Salah, karena penulisan “dz” berarti huruf “dzal” dalam abjad arab
4. Minal Aizin wal Faizin = Salah, karena pada kata “Aizin” seharusnya memakai huruf “dal” atau dilambangkan huruf “d” bukan “z”
5. Minal Aidin wal Faidin = Juga salah, karena penulisan kata “Faidin”, seharusnya memakai huruf “za” atau dilambangkan dengan huruf “z” bukan “dz” atau “d”


Nah, sebenarnya kalimat Minal ‘Aidin wal Faizin adalah penggalan sebuah Do'a yang lengkap, yakni : "Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin" yang artinya : “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.
 

[sumber] [R3Y] repost.